BRMP Agroklimat Perkuat Sinergi dan Diseminasi Teknologi untuk Percepat PM-AAS
Pekalongan, 20 Agustus 2026 — Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan penyuluh pertanian melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Pendayagunaan Hasil Perakitan Teknologi untuk Mendukung Implementasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekalongan dan diikuti oleh sekitar 70 peserta dari unsur penyuluh pertanian serta pemerintah daerah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan.
Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan PM-AAS sekaligus memperkuat kapasitas penyuluh sebagai ujung tombak diseminasi dan penerapan teknologi pertanian di lapangan. Sinergi antara BRMP Agroklimat, dinas pertanian, dan penyuluh diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi serta mendukung pencapaian target implementasi PM-AAS seluas 1 juta hektare pada akhir 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program PM-AAS. Dalam sesi ini, BRMP Agroklimat bersama Dinas Pertanian kabupaten dan provinsi serta koordinator penyuluh membahas perkembangan pelaksanaan program, capaian di lapangan, serta berbagai tantangan yang perlu ditindaklanjuti secara bersama.
Koordinasi tersebut menjadi penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kondisi wilayah. Penyuluh juga memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan PM-AAS sekaligus menjembatani penerapan inovasi teknologi kepada petani.
SIPMAAS Dukung Pelaporan dan Monitoring
Untuk memperkuat pengelolaan data, peserta mendapatkan Sosialisasi Sistem Informasi PM-AAS (SIPMAAS). Sistem ini diperkenalkan sebagai sarana pelaporan dan monitoring pelaksanaan program di lapangan.
Melalui SIPMAAS, proses pelaporan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sehingga perkembangan pelaksanaan PM-AAS dapat dipantau dan menjadi bahan evaluasi. Pemanfaatan sistem informasi juga diharapkan mendukung ketersediaan data yang lebih baik dalam pengambilan keputusan dan pengawalan program.
Penguatan Strategi Pengendalian OPT
Selain aspek koordinasi dan pelaporan, kegiatan juga diisi dengan materi Penerapan Strategi Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Materi ini memberikan penguatan kepada peserta mengenai strategi pengendalian OPT dalam mendukung keberhasilan budidaya padi berbasis PM-AAS.
Penerapan strategi pengendalian OPT secara tepat menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas tanaman. Penyuluh diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan teknologi tersebut kepada petani sesuai dengan kondisi agroekosistem di masing-masing wilayah.
Berbagi Pengalaman Penerapan Drum Seeder
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan praktik drum seeder sederhana. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat inovasi alat tanam yang dirancang untuk membantu mempercepat dan mempermudah proses tanam padi.
Melalui sesi berbagi pengalaman dan praktik, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan alat, tetapi juga dapat melihat peluang penerapannya di tingkat petani. Teknologi sederhana seperti drum seeder diharapkan menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung efisiensi kegiatan budidaya sekaligus mempercepat proses tanam.
Kegiatan ini menegaskan komitmen BRMP Agroklimat dalam mendekatkan hasil perakitan dan pengujian teknologi kepada pengguna. Dengan memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas penyuluh, memanfaatkan sistem informasi, serta mendorong penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan, implementasi PM-AAS diharapkan semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian.